Lompat ke konten
Setiap hari, 07.30–21.00 WITA WA 081343607087 · cv.aadzgrafika@gmail.com
Kirim Naskah
MERAWAT TRADISI, MELINDUNGI NEGERI : Otoritas dan Agensi Pemimpin Tradisional  di Indonesia Timur
Buku Referensi

MERAWAT TRADISI, MELINDUNGI NEGERI : Otoritas dan Agensi Pemimpin Tradisional di Indonesia Timur

PenulisAsliah Zainal | Muh. Shaleh | Batmang | Abdul Wahid | Abidin Wakano | Atun Wardatun | Hasfikin | Tandri Patih | Burhan | Nur Hasanah
EditorIswandi, SH. ; Dr. Zulkifli, S.E., M.M
ISBN978-623-7877-20-2
Ukuran15,5 x 23 cm (UNESCO)
Jumlah halaman235
Tahun terbit2.026
PenerbitAADZ Grafika

Sinopsis

MERAWAT TRADISI, MELINDUNGI NEGERI
Otoritas dan Agensi Pemimpin Tradisional di Indonesia Timur

Sinopsis :

Merawat Tradisi, Melindungi Negeri: Otoritas dan Agensi Pemimpin Tradisional di Indonesia Timur mengajak pembaca memahami tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sebagai kekuatan sosial dan kultural yang terus hidup, beradaptasi, dan dinegosiasikan di tengah perubahan zaman.

Berfokus pada Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku, buku ini mengulas hubungan dinamis antara adat, agama, masyarakat, dan negara, sekaligus menempatkan pemimpin adat dan agama sebagai aktor penting dalam menjaga keberlangsungan nilai, identitas, dan kohesi sosial. Melalui legitimasi, otoritas, dan agensi yang mereka miliki, para pemimpin tradisional tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga berperan dalam merespons perubahan sosial dan memperkuat ketahanan komunitas.

Lebih jauh, buku ini menunjukkan bagaimana tradisi dapat berfungsi sebagai perekat sosial-kultural sekaligus pagar kultural terhadap ekstremisme agama. Ketika adat dan agama menjadi sumber nilai yang saling menguatkan, tradisi dapat menjadi ruang untuk merawat perdamaian, solidaritas, identitas, dan ketahanan masyarakat.

Buku ini menegaskan bahwa merawat tradisi bukan berarti membekukan masa lalu, melainkan menjaga nilai-nilai yang memungkinkan masyarakat menghadapi masa kini dan membayangkan masa depan. Dalam perspektif tersebut, pemimpin religius-kultural bukan sekadar penjaga masa lalu, tetapi aktor yang turut membentuk arah kehidupan sosial masyarakat.

Ditulis dengan perspektif antropologi agama dan antropologi budaya, buku ini relevan bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerhati agama dan budaya, serta pembaca yang ingin memahami dinamika tradisi dan kepemimpinan masyarakat di Indonesia Timur