Lompat ke konten
Setiap hari, 07.30–21.00 WITA WA 081343607087 · cv.aadzgrafika@gmail.com
Kirim Naskah
JEJAK HADIS DI TANAH JAWA DAN SULAWESI : Tradisi, Metode dan Transformasi Pengajaran Hadis di Pesantren NU dan Muhammadiyah
Buku Referensi

JEJAK HADIS DI TANAH JAWA DAN SULAWESI : Tradisi, Metode dan Transformasi Pengajaran Hadis di Pesantren NU dan Muhammadiyah

PenulisDr. Abdul Gaffar, M.Th.I.
EditorFauziah Achmad, M.Th.I
ISBNin process
Ukuran15,5 x 23 cm (UNESCO)
Jumlah halaman257
PenerbitAADZ Grafika

Sinopsis

Hadis tidak hanya menjadi teks yang dipelajari, tetapi juga hidup dalam tradisi keilmuan, praktik keagamaan, pembentukan karakter, dan keseharian santri di pesantren. Cara memahami dan mengajarkannya berkembang dalam keragaman tradisi, otoritas keilmuan, corak keberagamaan, serta konteks sosial dan budaya pesantren.

Buku ini menelusuri dinamika pengajaran hadis melalui pengalaman enam pesantren di Jawa dan Sulawesi dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Pembahasannya memperlihatkan keragaman praktik, mulai dari kitab kuning, talaqqi, bandongan, sorogan, hafalan, dan penguatan sanad hingga diskusi, tarjih, telaah sanad dan matan, serta pembelajaran dalam ruang kelas modern.

Di tengah digitalisasi, buku ini juga mengkaji negosiasi antara tradisi dan perubahan, termasuk pergeseran dari pembelajaran berbasis kitab menuju literasi hadis digital. Kemudahan mengakses dan menyebarkan hadis menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam verifikasi sumber, kualitas hadis, konteks, dan pemaknaan. Karena itu, pendidikan hadis perlu membentuk santri yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga kritis, literat secara digital, dan bertanggung jawab dalam memahami serta mengamalkan hadis.

Dengan pendekatan komparatif, buku ini mempertemukan tradisi NU dan Muhammadiyah, pengalaman pesantren di Jawa dan Sulawesi, otoritas keilmuan, kearifan lokal, serta tuntutan modernitas dan digitalisasi. Buku ini penting bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, pengasuh pesantren, guru, santri, dan pemerhati studi hadis yang ingin memahami bagaimana hadis terus ditransmisikan, dipahami, dan dihidupkan dalam menghadapi perubahan zaman.