Lompat ke konten
Setiap hari, 07.30–21.00 WITA WA 081343607087 · cv.aadzgrafika@gmail.com
Kirim Naskah
TAQṢĪD AL-ḤADĪṠ Pendekatan Maqāṣidī dalam Memahami Hadis Nabi saw
Buku Referensi

TAQṢĪD AL-ḤADĪṠ Pendekatan Maqāṣidī dalam Memahami Hadis Nabi saw

PenulisDr. Akbar, M.Th.I.
EditorNurul Fadhilah Faisal, M.Ag.
ISBNin process
Ukuran15,5 x 23 cm (UNESCO)
Jumlah halaman250
PenerbitAADZ Grafika

Sinopsis

Bagaimana memahami hadis-hadis Nabi saw. yang secara tekstual memuat hukuman mati di tengah misi Islam sebagai raḥmatan li al-‘ālamīn? Pertanyaan tersebut menjadi titik berangkat buku ini. Taqṣīd al-Ḥadīṡ lahir dari kegelisahan akademik sekaligus refleksi atas paradoks antara pesan kerahmatan Islam dan penggunaan sebagian teks hadis sebagai legitimasi terhadap kekerasan.

Buku ini menawarkan Taqṣīd al-Ḥadīṡ sebagai sebuah pendekatan untuk mengelaborasi Maqāṣid al-Syarī‘ah ke dalam metode pemahaman hadis. Pendekatan tersebut dibangun melalui dialog integratif antara tradisi Ilmu Ma‘ānī al-Ḥadīṡ dan tradisi Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam khazanah Islam kontemporer. Dengan kerangka ini, pemahaman hadis tidak berhenti pada apa yang diungkapkan teks, tetapi juga diarahkan pada pertanyaan mengenai tujuan, konteks, kemaslahatan, dan pesan yang hendak diwujudkan.

Pembahasan selanjutnya memetakan lanskap hadis-hadis hukuman mati, meliputi sumber, klasifikasi, dan analisis kehujahannya, kemudian mereinterpretasikannya melalui lima nuansa persoalan: teologis, ideologis, politik, seksualitas, dan residivisme. Analisis dilakukan dengan pembacaan tekstual, intertekstual, dan kontekstual dengan insersi maqāṣid, serta sintesis dari maqāṣid juz’iyyah menuju maqāṣid kulliyyah.

Buku ini mengembangkan gagasan bahwa hadis-hadis hukuman mati perlu dipahami dalam kaitannya dengan potensi destruksi sosial sebagai salah satu sasaran maqāṣid, yang kemudian diarahkan pada konsep ḥifẓ al-amn al-ijtimā‘ī sebagai bagian dari ḥifẓ niẓām al-ummah. Pembahasan tidak berhenti pada reinterpretasi teks, tetapi juga menawarkan alternatif sanksi kontekstual dalam paradigma teoantrop sentris.

Dengan pendekatan yang kritis, sistematis, dan kontekstual, buku ini ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, peneliti hadis, ahli fikih, pemerhati studi Islam, pengajar, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara hadis, kekerasan, hukum, dan kerahmatan Islam. Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca melihat hadis sebagai bagian dari tradisi kenabian yang memiliki tujuan moral, sosial, dan kemanusiaan.